Universitas Gunadarma

Rabu, 09 Oktober 2019

Shopee: E-commerce mendunia

Hasil gambar untuk shopee


Pertumbuhan masyarakat yang melek teknologi dan melakukan online shopping mendorong kobaran api persaingan industri e-commerce di kawasan Asia Tenggara semakin memanas saja. Hal tersebut sangat terasa pada hari-hari belanja nasional yang berlangsung pada 2018.

Dari sekian banyak e-commerce yang eksis, tahun lalu Shopee sukses unjuk gigi mengungguli para kompetitornya, seperti Lazada dan Tokopedia. Hasil tersebut berdasarkan data perusahaan app analysis, AppAnnie, yang memperlihatkan bahwa Shopee berhasil menduduki peringkat satu dalam tangga persaingan e-commerce di kawasan Asia Tenggara. Fakta peringkat Shopee juga diperkuat dengan adanya data hasil ulasan Tech in Asia yang mengonfirmasi kuatnya dominasi Shopee di pasar e-commerce.

Sejarah Shopee
Sejarah Shopee di Indonesia dimulai pada bulan Desember tahun 2015. Prestasi marketplace ini adalah keberhasilan promosi yang dalam waktu singkat, pengguna shopee tidak kalah banyak dari para pesaingnya. Tokoh penting di balik sejarah Shopee adalah Chris Feng pendiri dan CEO yang juga merupakan lulusan terbaik dari Universitas Singapura.Shopee memudahkan para penjual serta pembeli dalam berinteraksi melalui fitur live chatnya. Sarana jual beli ini juga menyediakan banyak produk mulai dari gadget, fashion, kosmetik, elektronik, otomotif dan lain sebagainya.Shopee berkantor pusat di Wisma 77 Tower 2 lantai 11, Jl. Letjen. S. Parman Kav. 77 Slipi, palmerah. Jakarta Barat, 11410.

Penetrasi smartphone dan internet yang terus meningkat di kawasan Asia Tenggara berhasil dimanfaatkan Shopee dengan terobosan baru, termasuk dalam hal memulai pendekatan terhadap konsumen lewat mobile apps sebagai strategi utamanya. Hal yang Shopee lakukan berbeda dengan konsep one app milik Lazada. Shopee menawarkan aplikasi yang disesuaikan dengan pangsa pasar di masing-masing negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan, dan Filipina.
Meski terbilang cukup muda dibandingkan dengan beberapa pesaing lainnya, nama Shopee terus mengibarkan kiprah baik dalam ombak persaingan e-commerce di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Tengok saja saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2018, Shopee berhasil memecahkan rekor dengan mencatat lebih dari 12 juta transaksi di tujuh negara.
Di Indonesia sendiri, Shopee telah mencetak lebih dari 5,4 juta transaksi pada 12.12, sebagian besar dari kategori kesehatan, kecantikan, juga fashion. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar Shopee di kawasan Asia Tenggara.
Shopee berhasil membuktikan prestasinya dengan kenaikan adjusted revenue yang luar biasa di kuartal ketiga tahun 2018 pada angka 71,2 juta USD, sangat jauh dibandingkan dengan angka yang tercatat pada kuartal ketiga di tahun 2017. Ini menjadi bukti bahwa Shopee terus berkembang secara sangat cepat.
Sejalan dengan banyaknya konsumen yang menggunakan smartphone mereka untuk belanja online, estimasi nominal GMV yang dapat diraih Shopee berkisar antara 6,9 miliar dollar AS hingga 7,3 miliar dollar AS, alias sepertiga dari estimasi total GMV e-commerce yang dilaporkan oleh Google dan Temasek Holdings.

Keunggulan Shopee menurut penulis:

- Fitur Inovatif : terdapat Games yaitu Shopee Tangkap, Goyang Shopee, Mission Shopee, dsbnya untuk mendapatkan koin shopee untuk belanja. Strategi marketing dengan membuat Games seperti itu akan membuat berbagai kalangan akan mendownload dan memainkan games tersebut.
- Tampilan Menarik : Pada Shopee tampilan aplikasi nya dalam setiap hari berubah. Pemilihan warna nya juga membuat pada pemakai aplikasi akan membuka aplikasi ini terus menerus.
- Event Menarik Setiap Bulan : dengan diadakannya event seperti shopee 9:9 akan menarik para user baru untuk mendownload aplikasi ini karena di event ini banyak sekali ribuan voucher cashback dan mendominasi pemain bola papan atas seperti Cristiano Ronaldo
- Iklan : membuat iklan yang menarik akan membuat user baru penasaran akan aplikasi tersebut.

Kekurangan :

- Sering update dan terkadang sering bug.


Sumber:

https://www.liputan6.com/tekno/read/3863609/shopee-jadi-jawara-industri-e-commerce-asia-tenggara-di-2018-ungguli-tokopedia-dan-lazada

https://kumparan.com/@kumparantech/shopee-raih-peringkat-pertama-e-commerce-terpopuler-1546822929521844417

https://thidiweb.com/sejarah-shopee/

Selasa, 08 Oktober 2019

Perkembangan Bisnis TIK di Indonesia

Social network scheme, which contains people connected to each other. - Royalty-free Connection stock vector
 
Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sekarang kita mendapatkan segala sesuatu sudah sangat mudah. Mulai dari kebutuhan sehari-hari yaitu makanan, transportasi, hingga pakaian. Penggunaan internet juga tahun ke tahun semakin meningkat. Sehingga perkembangan bisnis di Indonesia sangat pesat.

 H.E. Houlin Zhao juga turut menyanjung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Menurutnya, saat ini banyak pelaku UMKM yang telah mengadopsi teknologi untuk pengembangan bisnis.

“Saat ini Indonesia punya banyak sekali UMKM. Anda bisa temukan pengusaha muda di mana-mana. Sangat dinamis, hi-tech. UMKM punya teknologinya, mereka paham akan pasarnya, sehingga mereka mampu untuk mengembangkan aplikasinya sendiri,” tambahnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menuturkan, isu menghubungkan masyarakat dunia masih menjadi isu utama di bidang telekomunikasi, yang turut dibahas pada Sesi Ekonomi Digital pada World Economic Forum 2018 di Davos-Klosters, Swiss, 23 Januari 2018.

Alasan signifikan perkembangan bisnis di Indonesia meningkat karna perihal yang dilontarkan oleh Menteri Kominfo (Komunikasi dan Informatika). Menteri mengungkapkan, jumlah konsumsi telepon genggam (Handphone) di Indonesia sudah melebihi jumlah populasi penduduk Indonesia yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2013 sebanyak 240 juta jiwa. Berikut grafik penggunaan internet dari tahun ke tahun.

Hasil gambar untuk bisnis di indonesia 2019

Beberapa contoh perkembangan bisnis TIK di Indonesia dengan adanya Gojek, Grab, E-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Buka Lapak, dsbnya. Setiap masing-masing platform memiliki keunikan masing-masing dengan marketing yang berbeda agar dapat memuaskan para konsumen.


Sumber:

Gambar 
https://www.istockphoto.com/vector/social-network-scheme-which-contains-people-connected-to-each-other-gm681983866-125125819

https://blog.storelogy.com/memulai-bisnis-onlinemu/

Link
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3451/Menkominfo+Minta+Masyarakat+Mampu+Menangkap+Peluang+Bisnis+Produksi+TIK/0/berita_satker

https://ekonomi.bisnis.com/read/20180131/105/732473/dunia-puji-perkembangan-pesat-teknologi-informasi-di-indonesia